YPA Architecture Studio turut berpartisipasi dalam pameran bertema “Kampung Kuliner Menteng: Pendekatan dengan Tema Eco-Kampung Kota Jakarta”, sebuah inisiatif yang mengangkat potensi kampung kota melalui pendekatan arsitektur berkelanjutan, peningkatan kualitas hunian, serta penguatan ekonomi masyarakat. Dalam pameran ini, YPA Architecture Studio menampilkan dua karya desain yang berangkat dari realitas kehidupan warga Kampung Menteng, Jakarta Pusat, dengan fokus pada penyediaan hunian sehat, layak, dan produktif bagi masyarakat urban berpenghasilan menengah ke bawah.
Rumah Ibu Mutiah, Nomor 20
Arsitek Perencana: Ar. Titik Efianti, IAI & Ricky Geri Ariestivo
Rumah Ibu Mutiah merupakan hunian sekaligus tempat usaha warung nasi uduk yang berada di kawasan Kampung Menteng. Rumah ini dihuni oleh sekitar lima orang anggota keluarga dalam kondisi bangunan yang membutuhkan banyak perbaikan, mulai dari struktur, atap, dinding, hingga kualitas pencahayaan dan sirkulasi udara yang masih jauh dari standar rumah sehat.
Melalui pendekatan re-build bertahap, tim perancang menghadirkan solusi yang realistis dan aplikatif. Perbaikan dilakukan pada elemen struktur berupa kolom dan balok yang sudah tidak layak, penggantian partisi menggunakan rangka baja ringan dengan finishing GRC dan gypsum, serta peningkatan sistem mekanikal dan elektrikal untuk mendukung kenyamanan penghuni. Selain mempertahankan fungsi rumah sebagai tempat tinggal, desain ini juga menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi keluarga melalui warung nasi uduk yang menjadi sumber penghasilan utama.
Proyek ini menjadi representasi bagaimana intervensi arsitektur sederhana dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat di kawasan permukiman padat.
Rumah Bapak Muslim, Nomor 47
Arsitek Perencana: Ar. Yudha Prasetyo, IAI
Karya kedua yang dipamerkan adalah Rumah Bapak Muslim, sebuah konsep “Ruang Tumbuh” yang mengintegrasikan fungsi hunian dan ruang usaha dalam keterbatasan lahan seluas sekitar 2 x 7 meter. Rumah ini dirancang untuk mendukung usaha produksi makaroni milik Bapak Muslim sekaligus menyediakan ruang tinggal yang nyaman bagi keluarga.
Lantai dasar difungsikan sebagai area produksi dan kegiatan ekonomi, sementara lantai atas menjadi ruang istirahat dan ruang keluarga. Desain mengutamakan efisiensi ruang, sirkulasi udara silang, serta pencahayaan alami melalui penggunaan bukaan strategis dan skylight pada atap. Material seperti papan GRC dan rangka baja ringan dipilih untuk menciptakan bangunan yang ekonomis, tahan lama, dan mudah dalam proses konstruksi.
Rumah Bapak Muslim menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukanlah hambatan untuk menghadirkan hunian yang bermartabat, produktif, dan tetap mengedepankan kualitas hidup penghuninya.
Arsitektur sebagai Penggerak Kehidupan Kampung Kota
Melalui partisipasi dalam pameran Kampung Kuliner Menteng, YPA Architecture Studio ingin menunjukkan bahwa arsitektur tidak hanya berbicara tentang bentuk bangunan, tetapi juga tentang bagaimana desain dapat menjadi alat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Kedua karya yang ditampilkan menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan desain yang kontekstual mampu menjawab tantangan hunian perkotaan sekaligus mendukung terciptanya kampung yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Partisipasi ini sekaligus memperkuat komitmen YPA Architecture Studio dalam menghadirkan solusi desain yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, serta berkontribusi dalam mewujudkan visi Eco-Kampung Kota Jakarta yang hijau, hidup, berjiwa komunitas, dan mandiri secara ekonomi.
